Setelah sekian lama tidak pernah buka blog, rasanya rindu juga untuk nulis di blog, dan malam ini saya ingin bercerita tentang hijrah saya menjadi seorang ibu rumah tangga. Rasanya tidak pernah terlintas dalam pikiran saya dengan kehidupan yang saya jalani saat ini, di bulan april 2011 saya putuskan untuk resign dari sekolah yang amat saya cintai, keputusan itu saya ambil karena saya harus ikut suami bertugas ke negeri jiran Malaysia. Perjalanan pun bermula dari situ, suami, saya dan 2 anak yang yang masih kecil-kecil semua pindah ke Malaysia, lengkap dengan 4 koper besar berisi barang-barang yang kami butuhkan selama menetap di sini. Alhamdulillah perjalanan hari itu lancar dankami tiba dengan selamat, sampai di KLIA kami di jemput oleh HRD dari MSU Campus dan kami di hantar ke hotel laman seri tempat singgah sementara kami.
Hari ke-2 di Malaysia suami saya sudah harus masuk kerja, sedangkan saya n anak-anak menunggu di hotel, kurang lebih 2 minggu lamanya kami berada di hotel, akhirnya setelah 2 minggu kami dipindahkan ke seri alam kondominium, rumah yang bagus dan besar, serta fasilitas lengkap mulai dari pusat ibadah, sekolah, cafetaria, minimarket, laundry, gym, spa n juga kolam renang, semua ada di dalam satu lokasi itu, tetapi sayang bagi kami yang belum familiar dengan daerah ini kami merasa kurang nyaman untuk tinggal di sana sebab kondominium itu terletak di tengah-tengah lapangan golf, sehingga hanya sekitar 2 bulan kami tinggal di sana dan kami pindah ke Brunsfield apartement yang letaknya tepat di belakang MSU Campus, tempat suami saya bekerja.
Hingga saat ini, sudah kurang lebih 1,5 tahun kami tinggal di apartement ini. Pekerjaan saya sebagai ibu rumah tangga membuat saya banyak menghabiskan waktu di rumah, dan saya yang biasa memiliki rutinitas di luar rumah menjadai merasa bahwa pekerjaan sebagai ibu rumah tangga merupakan pekerjaan yang menyenangkan karena ada banyak waktu luang yang bisa saya buat bersama anak-anak. Waktu yang luang itulah akhirnya saya manfaatkan untuk buka-buka buku resep masakan, browsing resep dan coba-coba buat dengan alat seadanya, ternyata keluarga saya suka dengan masakan yang saya buat, maka saya pun tambah semangat untuk mencoba berbagai macam resep baru lagi.
Lama-kelamaan makanan yang saya buat tidak hanya dinikmati oleh suami dan anak-anak tetapi juga oleh teman-teman suami saya di kampus, mahasiswa, dan tetangga seapartement yang juga orang indonesia. Setiap hasil makanan yang saya buat selalu saya foto dengan harapan suatu saat nantisaya bisa membuat buku resep masakan minimal atau mempunyai restoran...Banyak orang yang telah mencoba masakan saya mengatakan " mengapa tidak membuka rumah makan saja, pasti laku" begitu ucap mereka....*mengembang jugalah hati ini...
yaaah....itulah sigkat cerita saya yang sekarang gemar pergi ke dapur membuat berbagai macam makanan...lain waktu saya share tentang resep-resep makanan yang telah saya buat..
